Mengenal Faktor Penyebab dan Risiko Terkena Penyakit Keratosis Pilaris

Muncul Benjolan Kecil & Gatal Berlebihan Di Kulit.? Waspadai Penyakit Keratosis pilaris

Gatal gatal merupakan reaksi yang terjadi ketika anda merasakan ketidaknyamanan pada kulit dan memicu melakukan garukan pada daerah yang disinyalir gatal. Dengan dalih ingin merasakan kenyamanan setelah menggaruk kulit, nyatanya bisa berdampak buruk pada kesehatan kulit anda sendiri, terlebih jika tangan atau alat penggaruk dalam kondisi yang kurang steril.

Mengenai faktor penyebabnya, kulit gatal bisa disebabkan oleh berbagai hal, baik itu akibat dari adanya peradangan yang berasal dari benda asing, khususnya zat kimia yang secara tidak sengaja tersentuh, atau bahkan infeksi kulit dan penyakit kulit lainnya.

Pernahkah anda mendapati benjolan yang tumbuh dengan volume yang kecil pada kulit anda.? Benjolan tersebut biasanya tumbuh pada kulit tangan, kaki, punduk atau bahkan badan anda dan pada kasus yang jarang, benjolan tersebut bisa tumbuh diwajah anda. Tahukah anda penyakit apa yang sedang anda alami?

Keratosis pilaris adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya benjolan kecil dan terkadang memiliki tekstur keras. Benjolan tersebut seringkali berwarna kemerahan dan terkadang membengkak jika anda menggaruknya.

Mengenal Faktor Penyebab dan Risiko Terkena Penyakit Keratosis Pilaris

Penyakit kulit keratosis pilaris adalah penyakit yang sering terjadi pada pria atau wanita dengan rerata usia 14 sampai 40 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada usia belia atau usia senja. Terlebih karena penyakit ini juga termasuk ke dalam penyakit umum yang bisa terjadi pada siapa saja.

Kondisi ini bisa berkembang ketika tubuh khususnya kulit mendapati kandungan protein yang surplus atau terlalu banyak. Protein yang berlebihan disebut dengan keratin, dan keratin sangatlah berbahaya untuk kesehatan kulit. Terlebih ketika keratin bisa menghalangi folikel pada rambut dan menyebabkan munculnya benjolan pada kulit anda. Benjolan ini bisa berwarna merah atau bahkan putih, dan biasanya tidak terasa sakit atau gatal. Untuk mengobatinya, anda bisa menggunakan krim obat obatan yang dikhususnya untuk kulit.

Beberapa faktor lainnya yang juga bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini antara lain adalah kulit kering. Kulit kering biasanya memiliki keratosis pilaris. Kondisi ini bisa lebih buruk jika memasuki musim hujan. Dan kondisi ini akan normal kembali setelah anda melewati musim hujan. Dan dampak yang lebih fatal dari penyakit keratosis pilaris adalah bisa mempengaruhi orang yang memiliki penyakit kulit tertentu, layaknya eksim atau dermatitis atopik.

Apa Yang Bisa Anda Lakukan Di Rumah.?

Mengobati penyakit keratosis pilaris menjadi tujuan utama anda. Bebas dan bersih dari penyakit kulit ini tentu saja sangat diinginkan oleh penderita. Tapi, tahukah anda, bagaimana proses penyembuhan penyakit ini.?

Sebelum membahas tentang proses pengobatan, akan lebih baik jika anda melakukan beberapa aktivitas yang bisa mendukung proses penyembuhan penyakit ini.

  • Tidak boleh menggaruk atau menggosok benjolan keratosis pilaris yang tampak gatal.

  • Batasi penggunaan air yang dingin.

  • Menggunakan air hangat untuk mandi dan menggosok kulit yang terkena penyakit ini, terutama pada musim hujan.

  • Menggunakan sabun yang memiliki kandungan minyak atau lemak.

  • Gunakanlah krim pelembab pada kulit anda dengan menggosokannya secara perlahan.

Rekomendasi Pengobatan Untuk Menghilangkan Penyakit Keratosis Pilaris

Tidak ada pengobatan yang dikhususkan untuk proses penyembuhan penyakit ini. Tentu saja terdapat banyak opsi yang bisa anda lakukan untuk mencegah serta mengobati penyakit ini. Gunakan lotion atau krim pelembab yang bisa membantu kulit anda terasa lebih nyaman dan bersih.

Gunakan krim yang memang direkomendasikan dokter dan tidak meningkatkan jumlah protein berlebihan yang bisa menyebabkan keratosis pilaris. Anda bisa menggunakan krim tersebut setiap hari selama beberapa minggu. Jika ada perubahan dan anda merasakan kenyamanan. Anda bisa melanjutkannya, jikapun tidak, anda bisa melakukan konsultasi menyeluruh dengan dokter kulit dan meminta rekomendasi jangka panjang untuk menyembuhkan penyakit ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


SEO Powered By SEOPressor
error: Jangan Copast Yah :) Hargai Karya Orang Lain